Marandang dalam Bahasa Minang dapat diartikan sebagai kegiatan memasak rendang. Rendang sendiri dikenal sebagai makanan khas Minangkabau yang berbahan dasar daging sapi atau kerbau dan berwarna gelap. “Randang” merupakan menu utama yang disajikan turun-temurun saat memasuki hari – hari besar Islam atau acara tertentu.
Marandang bukan hanya tentang meracik bumbu dan mengolah daging. Tradisi ini merupakan momen kebersamaan, di mana tawa dan canda beradu dengan aroma rempah yang menggoda. Ibu-ibu, anak gadis, bahkan bapak-bapak, bahu-membahu memotong daging, menghaluskan bumbu, dan mengaduk rendang di tungku tradisional. Marandang mengandung filosofi yang mendalam. Pertama, kesabaran; memasak rendang membutuhkan waktu berjam-jam, dan kesabaran adalah kunci untuk menghasilkan rendang yang lezat. Kedua, Kerjasama; Marandang biasanya dilakukan bersama-sama, melambangkan semangat gotong royong dan kekeluargaan yang erat di masyarakat Minang.
Rendang yang dihasilkan dari Tradisi Marandang bukan sekadar hidangan lezat. Rendang menjadi simbol kasih sayang dan persaudaraan. Ketika rendang tersaji di atas meja, tercipta rasa kebersamaan dan kehangatan yang tak tergantikan. Marandang adalah tradisi yang tak hanya mengenyangkan perut, tapi juga menghangatkan hati. Tradisi ini merupakan simbol semangat Minangkabau yang pantang menyerah, penuh kekeluargaan, dan selalu menjaga nilai-nilai luhur budaya.
Pada kesempatan ini, tepatnya tanggal 15 Oktober 2024 kami telah melaksanakan kegiatan Marandang yang dilakukan bersama anak-anak di halaman samping sekolah. Anak-anak dikenalkan dengan Tradisi Marandang dan semua bahan/alat yang digunakan saat Marandang yang dipandu oleh Teacher. Setiap anak memakai cilemek dan sarung tangan saat mengaduk bumbu. Aneka bumbu masak dikenalkan dan dilihatkan kepada anak bentuk, rasa, dan aroma bumbu tersebut. Anak-anak diikutsertakan dalam mengolah hingga memasak Randang menggunakan wajan besi yang besar dan tungku api.
Satu persatu anak diminta untuk memasukkan bahan dan bumbu ke dalam wajan, dan mengaduknya perlahan-lahan hingga warna Randang menjadi coklat tua kehitaman. Randang yang sudah matang dihidangkan untuk makan bersama. Anak beserta Teacher Makan Barapak di ruangan yang telah disediakan. Dengan beralasakan daun pisang, hidangan Samba Randang siap untuk disantap Bersama.
(paradishe_99)

Tinggalkan Komentar