Pendidikan anak usia dini adalah pendidikan yang melayani anak usia lahir hingga 7 tahun untuk kegiatan setengah hari maupun penuh, baik di rumah maupun di sekolah. Pendidikan anak pada usia dini juga merupakan pendidikan yang sangat penting, karena kualitas pengalaman yang diperoleh anak pada usia dini akan sangat menentukan perkembangan masa depannya. Anak usia dini adalah a unique person (individu yang unik) di mana ia memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan dalam aspek fisik, kognitif, sosial-emosional, kreativitas, bahasa dan komunikasi yang khusus sesuai dengan tahapan yang sedang dilalui oleh anak tersebut. Aspek yang dikembangkan pada anak usia dini diantaranya yaitu nilai agama & moral, sosial emosional, fisik motorik, kognitif, bahasa, dan seni.
Setiap anak di anugerahi oleh Allah SWT untuk memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap apa yang ada dan berbeda di sekitarnya. Ingin tahu dengan sebuah benda, makhluk hidup, dan tentunya manusia dengan segala aktivitasnya. Dengan adanya rasa ingin tahu yang besar, anak cenderung memiliki keinginan untuk mencoba dan merasakan apa yang membuatnya penasaran.
Permasalahan sosial emosional anak pada usia pra-sekolah akan menjadi tekanan yang dirasakan anak pra-sekolah yang merupakan usia persiapan menuju sekolah formal. Dalam proses pendidikan, anak membutuhkan keteladanan, motivasi, pengayoman/perlindungan, dan pengawasan secara berkesinambungan. Di era modern ini manusia semakin dihadapkan pada tantangan-tantangan global, dimana permainan anak tidak lagi menjadi perhatian orang tua. Anak mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan dari temannya, sehingga muncul emosi marah yang tanpa disadari langsung menendang dan mendorong temannya.
Setiap anak yang lahir memiliki petensi dan karakteristik yang berbeda-beda walaupun mereka kembar. Perbedaan dalam potensi dan karakteristik yang mereka miliki tidak menjadi penghambat bagi mereka dalam mengenali lingkungannya. Ada anak yang cepat memberikan respon dan adapula yang lambat, namun pada hakikatnya selalu hampir sama. Anak usia dini yang berada pada fase keemasan, di sisi lain juga berada di fase kritis yaitu fase keemasan yang mereka miliki sekarang tidak bisa terulang pada fase berikutnya. Oleh sebab itu, orang tua hendaknya menstimulan dan mengoptimalkan fase keemasan ini dengan hal-hal yang bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Jika tidak bisa di stimulan dan dioptimalkan dengan baik, maka dampaknya akan berkakibat pada fase pertumbuhan berikutnya.
Dengan adanya Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini kita berharap anak-anak bisa tumbuh dan kembang sesuai dengan tahapannya dan enam aspek perkembangannya berkembang dengan baik sehingga bisa tercapai tujuan Pendidikan Nasional.
Kepala Sekolah
Nina Rama Yenda, M.Pd
Tinggalkan Komentar